28.1.26

// percakapan paling panjang perihal pulang pergi //

 



"percakapan paling panjang perihal pulang pergi" adalah sebuah kolaborasi yang terasa sangat personal. rasanya seperti mendengarkan podcast intim dari dua sahabat yang sedang membahas isu-isu mendasar dalam hidup, yaitu tentang kehilangan dan kedekatan.

"pulang" dan "pergi" dalam konteks kehidupan, hubungan, dan kematian bukanlah sekadar tentang perjalanan fisik, melainkan perjalanan hidup. menelisik lebih jauh untuk kata 'pergi' (kehilangan) dalam buku ini, kak theo dan kak wes adalah penulis yang selalu jujur. maka dengan senang hati, saya akan menerima untuk berbagi duka. tidak bisa dipungkiri, cara kita bernegosiasi dengan kesedihan, dan bagaimana sisa-sisa ingatan telah membentuk diri kita saat ini.

maka, 'pulang' (penerimaan diri) adalah proses mencari rumah, bukan dalam bentuk bangunan, melainkan dalam diri sendiri atau dalam hubungan yang tulus, yang pada akhirnya semoga kita bisa berdamai dengan masa lalu dan menemukan tempat yang aman.

meskipun banyak kesedihan dan trauma, tulisan kak theo dan kak wes terasa menenangkan dan hangat tanpa melodrama yang berlebihan. Vulnerable adalah kekuatan, semua orang (termasuk diri kita) berhak merasa bingung dan sedih. barangkali, puisi-puisi ini bisa membuat kita berhenti sejenak, mengambil napas, dan menyadari bahwa setiap pergi akan selalu diikuti oleh kesempatan untuk pulang ke diri kita yang utuh.
*.